Panitia Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru memastikan persiapan festival kue talam durian sepanjang satu kilometer yang ditargetkan memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) telah mencapai 80 persen. Kegiatan yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tersebut akan digelar pada Ahad (21/6/2026) dan menjadi salah satu agenda unggulan perayaan ulang tahun Kota Pekanbaru.
Ketua Panitia Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi, Kamis (18/6/2026), mengatakan antusiasme masyarakat dan UMKM untuk terlibat dalam kegiatan tersebut sangat tinggi. Bahkan, jumlah partisipasi yang masuk disebut telah melebihi target awal yang ditetapkan panitia.
“Persiapan kita sudah 80 persen. Dari daftar UMKM yang berpartisipasi sesuai dengan tema hari jadi, untuk talam duriannya sudah terpenuhi bahkan melebihi target. Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan keinginan bersama untuk berkolaborasi dan mencetak sejarah,” kata pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dishub Pekanbaru itu.
Menurut dia, pemecahan rekor bukanlah tujuan utama kegiatan tersebut. Festival talam durian justru diharapkan menjadi momentum untuk mengangkat talam durian sebagai identitas kuliner khas Pekanbaru yang dapat dikenal lebih luas.
“Ini bukan sekadar memecahkan rekor MURI. Lebih dari itu, bagaimana kue talam durian ini kita angkat menjadi oleh-oleh khas Pekanbaru. Jadi kalau ada tamu datang dari luar daerah, ketika pulang mereka membawa talam durian sebagai buah tangan dari Pekanbaru,” ujarnya.
Masykur menjelaskan, panitia telah melakukan rapat koordinasi dengan pihak MURI. Berdasarkan hasil penilaian sementara, persiapan yang dilakukan dinilai telah memenuhi standar pelaksanaan dan tinggal menunggu hari pelaksanaan.
Untuk mewujudkan talam durian sepanjang satu kilometer, panitia melibatkan belasan UMKM. Masing-masing pelaku usaha diberi kebebasan memproduksi talam durian di tempat mereka sendiri sebelum nantinya disusun menjadi satu rangkaian panjang pada hari pelaksanaan.
“UMKM kita bebaskan membuatnya dimana saja. Yang penting pada hari pelaksanaan seluruh talam durian itu hadir dan kemudian kita susun menjadi satu kesatuan,” katanya.
Festival tersebut akan dimulai dari titik nol di kawasan Tugu Selais, tepatnya di depan Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, kemudian membentang hingga kawasan RRI atau U-Turn Star City di Jalan Jenderal Sudirman. Panjang total yang disiapkan mencapai 1.000 meter dan berpotensi melebihi target yang ditetapkan.
Setelah proses verifikasi dan pencatatan rekor oleh MURI selesai dilakukan, seluruh talam durian akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang hadir.
“Setelah dicatat dan dinyatakan memenuhi rekor, masyarakat bebas menikmati talam durian yang sudah disiapkan,” ujar Masykur.
Pemerintah Kota Pekanbaru sebelumnya menetapkan festival talam durian sepanjang satu kilometer sebagai agenda utama Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru. Kegiatan tersebut digelar melalui kolaborasi dengan UMKM lokal tanpa menggunakan anggaran APBD. Selain membidik rekor MURI, festival ini juga menjadi upaya memperkenalkan talam durian sebagai salah satu kuliner khas Pekanbaru kepada wisatawan dan masyarakat.
Masykur mengajak masyarakat untuk datang dan menjadi saksi sejarah pemecahan rekor tersebut pada pelaksanaan Car Free Day, Ahad pagi mendatang.
“Mari beramai-ramai datang pada 21 Juni nanti. Kita sama-sama menjadi saksi pemecahan rekor ini, menikmati talam durian, dan menjadikan talam durian sebagai kue khas Kota Pekanbaru,” katanya.(sumber goriau).















