PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) membukukan tambahan produksi minyak dari sumur infill directional atau berarah tipe S (S-Type) MESO#22 di Lapangan Menggala South (Menggala South Field), Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.
Berdasarkan hasil uji sumur (well test), sumur MESO#22 mencatatkan produksi awal (Initial Production/IP) sebesar 2.128 barel minyak per hari (Barrel Oil Per Day/BOPD), dengan tingkat kandungan air (water cut) yang terjaga rendah, yakni sekitar 25 persen.
Produksi tersebut berasal dari total fluida sebesar 2.853 barel fluida per hari (Barrel Fluid Per Day/BFPD). Tambahan produksi minyak mentah ini menjadi bukti kontribusi program pengeboran PHR dalam menjaga dan meningkatkan produksi migas nasional. Pengeboran sumur MESO#22 mencapai kedalaman 3.920 kaki measured depth (ftMD).
Pengeboran diawali dengan tajak sumur menggunakan Rig GW-336 pada 16 Juli 2026 dan seluruh rangkaian operasi pengeboran berhasil diselesaikan hingga rig release pada 29 Juli 2026.
Produksi Keberhasilan sumur MESO#22 tidak terlepas dari kemampuan Perwira PHR dalam memitigasi berbagai tantangan teknis di lapangan. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah perubahan profil trajektori sumur, dari sebelumnya menggunakan tipe J (J-Type) menjadi tipe S (S-Type) yang memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi.
Kejar Bauran Geotermal 15 Persen, Keseriusan Pemerintah Ditunggu Artikel Kompas.id Selain perubahan trajektori, tim PHR juga menghadapi potensi sloughing shale atau lapisan serpih yang mudah rontok dan tidak stabil. Tantangan tersebut berhasil diatasi melalui penerapan mud weight schedule yang tepat.
Untuk meminimalkan risiko washout, tim menerapkan strategi control drilling dengan menggunakan parameter rendah (low parameter) serta reologi lumpur yang tinggi (high rheology). Kombinasi strategi tersebut dinilai efektif meredam isu washout sehingga proses pemasangan casing (run casing) dapat berjalan lancar hingga mencapai dasar sumur.
General Manager (GM) Zona Rokan PHR Andre Wijanarko mengapresiasi kerja keras seluruh tim di lapangan yang berhasil menorehkan pencapaian tersebut sekaligus mengatasi berbagai tantangan teknis selama proses pengeboran. “Alhamdulillah, keberhasilan MESO#22 memberikan tambahan produksi yang sangat berarti bagi PHR Zona Rokan.
Ini merupakan wujud komitmen PHR untuk terus menopang ketahanan energi nasional melalui program pengeboran, namun tetap mempertahankan disiplin biaya yang ketat serta menjunjung tinggi keselamatan operasi,” ujar Andre Wijanarko lewat keterangan pers, Minggu (16/8/2026). Pelaksanaan pengeboran sumur MESO#22 diselesaikan dalam total waktu aktual 29,04 hari, termasuk perhitungan rig moving, initial completion, dan non-productive time (NPT), dibandingkan dengan rencana awal selama 24,2 hari.
Gerakkan Ekonomi Sirkular Warga Bantul Saat ini, produksi minyak dari MESO#22 telah dialirkan menuju Gathering Station (GS) MESO. Seluruh proses pengaliran fluida dan operasional tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja, integritas fasilitas, serta komitmen terhadap keselamatan dan keandalan operasi. “Ke depan, PHR akan terus berkomitmen untuk melakukan berbagai langkah optimasi dan inovasi operasional secara aman, andal, dan efisien. Kami percaya, melalui kolaborasi yang solid serta semangat dedikasi seluruh pekerja dan mitra kerja di lapangan, PHR dapat terus memberikan kontribusi terbaiknya bagi kelancaran pasokan energi nasional,” paparnya.















